Hari ini kita sudah merdeka, kalau tidak salah sudah 75 tahun. Rasanya sudah melebihi umur kakek dari sepupu kakek ayahku. Pertanyaannya, apakah kita sudah merasa merdeka? Baik itu merdeka hidup, merdeka mati, lahir dan batin. Kalau boleh saya menebak, merdeka yang kita banggakan selama ini adalah merdeka lahir batin, hidup dan mati.
Tapi, Benarkah Indonesia Sudah Merdeka? Mungkin, sekarang kita tak merasakan lagi penjajahan fisik seperti yang pernah dilakukan oleh Belanda, Portugis, serta Jepang kepada rakyat di negeri ini. Tapi, meskipun tak ada lagi penjajah fisik yang dilakukan oleh penjajah asing, negeri kita ini sebenarnya masih tetap dijajah oleh asing.
Dalam Galatia 5:1 dituliskan "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan". Kemerdekaan yang terjadi dalam kehidupan kita merupakan anugerah Tuhan Yesus yang terbesar, sehingga hidup kita tidak lagi berada dalam penjajahan dosa lagi.
Gugup melihat arloji. Tepat! Delapan seperempat. Saya telah terlambat tiga perempat jam. Maaf saya harus ke kantor. Lain kali kita sambung cerita ini atau datanglah ke kantor saya, PT Dwi Warna di jalan Merdeka. fTanyakan saja disana nama saya, kasir Jazuli. Maaf. Sampai ketemu.
Dengan begitu, kita akan dapat lebih menghormati perjuangan para pahlawan dan memastikan bahwa kemerdekaan akan terus hidup dalam setiap generasi. Untuk menyambut HUT ke-78 RI , ketahui sejarah kemerdekaan, tema hari kemerdekaan Indonesia ke-8, dan berbagai cara yang dapat Anda lakukan untuk memperingati hari proklamasi kemerdekaan Indonesia
Inilah pembahasan selengkapnya mengenai naskah monolog apakah kita sudah merdeka karya putu wijaya. Admin dari blog Berbagai Naskah 2019 juga mengumpulkan gambar-gambar lainnya terkait naskah monolog apakah kita sudah merdeka karya putu wijaya dibawah ini.
.
naskah monolog apakah kita sudah merdeka